OSCAR DAN RAZZIE

  Di Hollywood, ada penghargaan bidang perfilman, yaitu Piala Oscar
  untuk menghargai kinerja terbaik, ada pula piala Razzie untuk
  mengganjar kinerja terburuk. Pada Maret 2010, Sandra Bullock menjadi
  aktris pertama yang mendapatkan kedua piala itu pada tahun yang
  sama. Ia memperoleh Razzie sebagai aktris terburuk karena
  penampilannya di film All About Steve, lalu meraih Oscar sebagai
  aktris terbaik untuk perannya di The Blind Side. Sandra memajang
  kedua piala itu di rak yang sama di rumahnya. Ia menganggap piala
  Razzie sebagai penetral yang hebat. “Piala itu mengingatkan saya
  agar tidak membusungkan dada menyombongkan diri.”

  Kehidupan iman Paulus melewati masa-masa cerah dan juga masa-masa
  suram. Menurut sejumlah penafsir, “seseorang” yang disebut Paulus
  pada ayat 2-5 itu tidak lain adalah dirinya sendiri. Ia menjalani
  suatu pengalaman rohani yang dahsyat, diangkat ke Firdaus, dan
  mendapatkan penyataan dan penglihatan yang sulit diungkapkan dengan
  kata-kata. Namun, selain pengalaman hebat itu, Tuhan juga memberinya
  pengalaman buruk. Tidak jelas benar apa yang dimaksudkan Paulus
  dengan duri dalam dagingnya itu. Yang jelas, duri itu suatu
  kelemahan yang mencegahnya agar tidak menyombongkan diri, tetapi
  malah mendorongnya bersandar pada anugerah Allah.

  Adakah “duri” yang terus mengganggu kita? Kita berusaha sekuat
  tenaga untuk menyingkirkannya, tetapi tidak berhasil juga. Mungkin
  Tuhan mengizinkannya untuk mengingatkan kita akan kemanusiaan dan
  kebutuhan kita akan anugerah-Nya. Seperti Paulus, kita dapat belajar
  menerimanya secara rela dan lapang dada –ARS

                DALAM KEMURAHAN ANUGERAH TUHAN
            KELEMAHAN DAPAT BERUBAH MENJADI KEKUATAN

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-06-30
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/06/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:            http://alkitab.sabda.org/?2Korintus+12:1-10

  2 Korintus 12:1-10

  1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya,
    namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan
    penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
  2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau —
    entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku
    tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba
    diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
  3 Aku juga tahu tentang orang itu, — entah di dalam tubuh entah di
    luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya —
  4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang
    tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
  5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku
    tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
  6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh
    lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku,
    supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari
    pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
  7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan
    yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku,
    yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan
    meninggikan diri.
  8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya
    utusan Iblis itu mundur dari padaku.
  9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,
    sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab
    itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa
    Kristus turun menaungi aku.
  10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam
    siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan
    oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Bacaan Alkitab Setahun:
      http://alkitab.sabda.org/?Ayub+17-19
      http://alkitab.sabda.org/?Kisah+10:1-23