Rabu, 15/06/2011 13:12 WIB

Dahlan Iskan: Saya Sudah Punya Semua, Ngapain Mau Jadi Dirut PLN?

Akhmad Nurismarsyah – detikFinance

Maumere – Saat diminta Presiden Susilo Bambang untuk menjadi Direktur Utama PT PLN (persero), Dahlan Iskan ternyata tidak langsung menerimanya. Pemilik Jawa Pos Grup ini mengaku sempat menolak karena merasa telah memiliki ‘segalanya’. “Presiden sendiri meminta saya juga supaya saya menjadi Direktur Utama PLN. Saya tadinya tidak mau,” ungkap pria kelahiran Megatan, 17 Agustus 1951 itu. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Pencatatan Rekor MURI Pemanfaatan Listrik Prabayar 100% Kecamatan Kangae, Maumere, NTT (15/6/2011). Dahlan mengaku dirinya sudah memiliki segalanya. Dia memiliki media cetak nasional, dan berbagai usaha, maka itulah dia sempat enggan jika dijadikan Direktur Utama PLN. “Saya tadinya tidak mau jadi Direktur Utama PLN. Saya sudah punya semua, ngapain mau jadi Direktur PLN, cari perkara saja. Tapi Pak Presiden SBY bilang, bahwa listrik di Indonesia harus diselamatkan. Masih banyak yang sering mati lampu dan belum dapat listrik,” kenangnya. Presiden SBY dan ibu Ani, ungkap Dahlan, bahkan sempat curhat mengenai banyaknya masalah listrik. Dalam sebulan, presiden dan ibu Ani dalam satu bulan bisa mendapat 3000 SMS yang berisi keluhan karena masalah listrik. “Maka itu, Pak Presiden menyuruh saya jadi Dirut PLN. Namun, bukannya saya tidak taat kepada Presiden, saya juga bilang kalau saya orang sakit. Itu mengingat dua tahun yang lalu saya kena kanker hati dan dokter bilang umur saya tinggal 6 bulan. Saya kan operasi transplantasi hati dan saya sembuh. Makanya saya pikir, saya bersedia jadi Dirut PLN asal dokter bilang boleh,” jelas Dahlan. “Presiden juga bilang, supaya saya segera diperiksakan ke Tiongkok. Dan ternyata saya dinyatakan sembuh,” tambahnya. Dahlan melanjutkan, ketika dirinya sudah siap menjadi Dirut PLN, ia meminta kepada Presiden agar jajaran direksi PLN ditentukan seluruhnya olehnya. “Saya minta kalau saya jadi Dirut, seluruh Direksi PLN saya yang tentukan. Karena persoalan listrik di sini berat untuk ditangani apalagi kalau direksinya tidak kompak. Saya tidak mau kalau direksi yang hanya mengejar uang, memuaskan politisi-politisi, memuaskan beking-bekingnya,” tukas Dahlan. Dahlan juga mengaku ditinya tidak mau ada direksi-direksi PLN yang memiliki ‘juragan’ di luar. “Maka itu saya minta syarat itu ke Presiden, dan disetujui olehnya,” katanya. “Saya juga berjanji untuk tidak ambil satupun orang dari luar PLN. Di PLN itu isinya orang pintar semua, dan saya pikir, di PLN hanya butuh satu orang lagi. Yaitu satu orang bodoh seperti saya,” ungkap Dahlan. Pria berkacamata itu juga menegaskan, tantangan ke depannya selama dia menjadi Direktur Utama PLN sangatlah berat. Namun hal tersebut harus dilakukan dengan ambisi, tanpa ambisi maka impian sulit dicapai.

Dahlan Iskan dilantik sebagai Dirut PLN pada Rabu, 23 Desember 2009 menggantikan Fahmi Mochtar. Penunjukan Dahlan sekaligus dilakukan bersamaan dengan perombakan jajaran direksi PLN lainnya. (nrs/qom)

http://us.detikfinance.com/read/2011/06/15/131221/1660728/68/dahlan-iskan-saya-sudah-punya-semua-ngapain-mau-jadi-dirut-pln