Image

Tanya jawab seputar pajak dan cukai:

  1. Pembelian barang online?
  2. Standar 50 USD itu untuk 1 barang saja atau total semua barang yang dikirim?
  3. Paket dari London dan kok biaya tambahannya harus bayar di Malaysia?
  4. Beli barang (HP) di ebay, apakah ada perbedaan perhitungan bea masuknya antara yang punya NPWP dengan yang tidak punya NPWP?
  5. Bea masuk untuk keluarga yg berlibur ke LN?
  6. ACFTA (asean china free trade agreement ), jika tetap kena pajak, bagaimana perhitungannya?

 

Pertanyaan #1:

Saya ada order pakaian online ( online shop luar negeri ) dan setelah ongkir dari DHL ato Fedex harga tdk lbh dari USD 250. apakah saya akan dikenai pajak saat brg dikirim ke saya?

Apakah pembelian barang online akan tetap kena pajak jika harga melebihi USD 250?

 

Jababan:

Sesuai PMK 188/PMK.04/2010 ttg impor barang yang dibawa oleh penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas, dan barang kiriman, di pasal 25 dinyatakan bahwa impor barang kiriman bisa dilakukan melalui pos dan Perusahaan Jasa Titipan (PJT). Nah, untuk barang kiriman itu berlaku ketentuan dibebaskan dari BM dan PDRI (pajak dalam rangka impor) kalau nilainya tidak lebih dari USD 50. Selebihnya harus dikenai BM dan PDRI.

Untuk kondisi yang ditanyakan, pembelian online lebih dari USD 250 harus tetap dikenakan BM dan PDRI untuk jumlah USD 200, karena sekali lagi yang dibebaskan hanya s.d USD 50.

Terkecuali untuk barang bawaan penumpang, akan dibebaskan dari pungutan BM dan PDRI sampai jumlah USD 250 per orang.

 

Pertanyaan #2:

halo saya mau tanya, kalau misal saya beli barang dari luar negeri 3 buah, harganya: 49,9 USD, 16 USD, 18 USD, itu kan totalnya lebih dari 50 USD, apa kena bea cukai ga?

Saya bingung standar 50 USD itu untuk 1 barang saja atau total semua barang yang dikirim?

mohon info, trims

 

Jawaban #2:

Yang dibebaskan adalah jumlah senilai USD 50 baik untuk 1 item maupun total dari beberapa items.

 

Pertanyaan #3:

Saya mendapatkan paket dari London dan kok biaya tambahannya harus bayar di Malaysia , apakah nanti kalau kirimanyadari Malaysia ke Indonesia saya harus membayar lagi

Jawaban #3:

Dalam UU # 17/2006 tentang kepabeanan, di pasal 2 dinyatakan bahwa barang impor baru dinyatakan terutang saat memasuki daerah pabean. Jadi untuk case di sini, tetap akan dikenakan ketentuan impor yang berlaku di Indonesia. Untuk nilai tetap mengikuti seperti di PMK 188/KMK.04/2010, yaitu max USD 50.

 

Pertanyaan #4:

saya mau tanya, jika saya beli barang (HP) di ebay, apakah ada perbedaan perhitungan bea masuknya antara yang punya NPWP dengan yang tidak punya NPWP? apabila ada perbedaan, bagaimana cara menginformasikan NPWP ke pihak beacukai?

 

Jawaban #4:

Terdapat perbedaan antara yang punya NPWP dengan yang tidak.

Di UU No. 36/2008 tentang PPh, di pasal 22 ayat 3 dinyatakan bahwa yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan PPh 100% lebih besar. Jadi, dengan asumsi si empunya barang tidak punya API, seharusnya akan dikenakan 7.5%. namun karena tidak punya NPWP, maka PPh akan dikenakan 100% lebih tinggi menjadi 15%.

Untuk kiriman pos, hal ini bisa dilakukan pada saat melakukan pengambilan barang di kantor pos lalu bea.

 

Pertanyaan #5:

Thanks postingnya sangat membantu, yg saya masih penasaran sampai saat ini.. Adalah ttg bea masuk untuk keluarga yg berlibur ke LN. Setahu saya utk di Singapura, biasanya dibedakan kuota belanja perorangan & family, dimana kuota family akan lebih besar pastinya daripada kuota perorangan. Dan juga berapa hari pergi dr Singapura, jika lebih dr 3hr, maka kuotanya lebih besar. Apakah di Indonesia jg berlaku hal yg sama? Mohon info nya. Terimakasih.

 

Jawaban #5:

Sepengetahuan saya, di ketentuan kepabeanan belum ada yang mengatur tentang kuota dengan lamanya waktu bepergian. Di ketentuan kita hanya diatur ketentuan per orang senilai USD 250 per kedatangan, dan USD 1000 per keluarga per kedatangan.

 

Pertanyaan #6:

Permisi Mau Numpang bertanya,begini:saya berencana membeli barang dengan nilai di atas 50 dan atau di atas 100 dollar amerika dari china,yang ingin saya tanyakan,apakah saya kena pajak dengan pembelian tersebut ? jika iya,bukankah ada,kalau tidak salah,ac fta (asean china free trade agreement ),jika tetap kena pajak,bagaimana perhitungannya ? ,terima kasih pak,salam

 

Jawaban #6

Untuk pembelian senilai USD 100 tetap harus membayar BM dan PDRI untuk USD 50 karena melewati kuota. Tentang ACFTA, hal ini harus didukung dengan dokumen ACFTA (Form E) yang dikeluarkan oleh issuing authority di negara pengekspor (dalam hal ini China). Akan tetapi untuk skema FTA ini harus memenuhi ketentuan tentang Rules of Origin di negara asal sebelum diterbitkannya Certificate of Origin (di kita di sebut Surat Keterangan Asal/SKA) yang akan menjadi dokumen pelengkap pabean saat pengurusan impor. lebih lanjut, SKA ini tetap akan diteliti oleh pejabat BC untuk menguji kebenarannya sebelum dapat diterima.

Special thanks to Mr. Juan Girsang, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan at Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sabang (for the clear answers!).