Pertanyaan Seputar Impor Sementara (Barang dibawa dari LN untuk kembali dibawa ke LN lagi)

1. Apa yang dimaksud dengan ‘impor sementara’ di PMK 188 Pasal 7 ayat 2 ?
2. Barang pribadi yang akan bawa lagi ke LN -> Apa ini contoh impor sementara yang bebas BM ?
3. Barang untuk oleh-oleh / barang yang akan ditinggal di Indo -> kena BM ?
4. Saat orang tiba, bagaimana meyakinkan petugas bahwa barang pribadinya akan dibawa ke LN lagi ?
5. Jika orang terpaksa harus membayar BM atas barang tsb, bisakah BM dikembalikan ketika berangkat lagi ke LN ?
6. Ketika berangkat ke LN, membawa barang-barang mahal dan berencana akan membawanya kembali ke Indonesia, bagaimana agar barang tsb tidak dikenakan bea masuk nantinya?

Jawaban

1. Impor sementara, seperti diatur dalam PMK No.140/PMK.04/2007, adalah pemasukan barang impor ke dalam daerah pabean yang benar-benar dimaksudkan untuk diekspor kembali dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun. Salah satu barang impor sementara yang diberikan pembebasan bea masuk adalah barang yang dibawa oleh penumpang dan akan dibawa kembali ke luar negeri.

2. Betul, itu menggunakan peraturan impor sementara. Daftar barang-barang yang bebas bea masuk dapat dilihat di sini.

3. Betul lagi, jadi kalau sifatnya oleh-oleh atau apapun yg tidak akan dibawa kembali ketika berangkat maka dikenakan BM dan PDRI sesuai PMK 188.

4. Memang agak susah, tapi biasanya yg ditugaskan di terminal kedatangan adalah petugas yg supel dan ramah, silakan dikomunikasikan. Kalau barangnya hanya bersifat pribadi yg kemungkinan akan dicurigai barang bawaan yang akan ditinggal di Indonesia maka segera lapor ke pos/hanggar bea cukai yg ada di terminal kedatangan, silakan minta form BPJ (Bukti Penerimaan Jaminan) , nanti barang terkait akan dihitung nilai pabeannya kemudian penumpang harus menyerahkan jaminan sebesar Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor. Sekali lagi, ini hanya atas barang yang kemungkinan dicurigai sebagai oleh-oleh, kalau hanya 1 laptop & 1hp rasanya petugas di lapangan tidak akan menganggapnya sebagai oleh-oleh.

5. Bisa, BPJ jangan hilang untuk bukti saat pengambilan uang jaminan ketika berangkat lagi ke LN. Dengan form itu akan jelas, kalau memang barang itu ditinggal maka negara tidak dirugikan karena jaminan akan dicairkan. Tapi kalau ternyata benar dibawa kembali ke LN, penumpang juga tidak dirugikan karena uang yang dijaminkan bisa dikembalikan.

6. Kalau ada penumpang yg ke LN dalam waktu singkat, misal tugas kantor, yang membawa barang-barang yang bisa dicurigai sebagai oleh-oleh ketika pulang nanti, misal laptop 3 buah, maka untuk menghindari perbedaan pada saat kembali nanti, ada baiknya melapor ke pos/hanggar bea cukai di terminal keberangkatan, minta saja form Surat Pemberitahuan Membawa Barang (SPMB), nanti ketika pulang apabila dicurigai dan ditanya petugas silakan menunjukkan SPMB tersebut.

Pelaksanaan di lapangan mungkin tidak rumit, bisa jadi lebih sederhana.