1. Kamu akan mengarahkan hidupmu hanya untuk mengejar uang. Cepat atau lambat kamu menjadi hambanya. Kamu bekerja siang malam, berpikir dan bertindak berdasarkan rupiah atau dollar yang menjadi incaranmu. 

2. Kamu akan mengukur semua hubungan dalam kaitannya dengan seberapa besar saya dapat manfaat dari hubungan itu atau seberapa banyak harus saya korbankan untuk hubungan itu. Semua motivasimu dalam hubungan dengan sesama akan berubah menjadi jahat. Sebab, hubungan akan jauh dari kasih, mengampuni dan memaafkan. Melainkan kamu akan sibuk berhitung seberapa banyak saudaramu menguntungkanmu. Disamping itu, oleh sebab besarnya harta dan uang akan mampu menyulut amarahmu kepada saudaramu dan kamu dengan cepat dapat saja mengutuki saudaramu yang tidak setuju dengan motifmu. Oleh sebab uang telah menggantikan tolok ukur kasihmu maka pembagian harta saja yang akan akan menjadi alasan utama hubunganmu dengan sesama. 

3. Semua hasil jerih lelahmu akan kamu ukur dengan sebarapa banyak harta dan uang yang kamu kumpulkan dilumbungmu. Kamu nggak peduli dan nggak mau memikirkan bagaimana supaya dapat menambah pemberianmu kepada orang lain, melainkan kamu hanya memikirkan seberapa banyak lagi aku bisa menerima dan menerima.

4. Semakin kamu cinta dengan uang, semakin rusaklah karaktermu. Kamu jadi suka jalan pintas, sogok sana sogok sini. Mata gelap dan berpikir tidak logis. Semakin kamu terus mengejar uang itu, semakin uang itu mempunyai sayap dan turut terbanglah karakter baik yang ada padamu.

Jadi, bertobatlah, manusia hidup untuk Tuhan. Bila engkau telah mendapatkan Dia maka serta merta berubahlah nasibmu, sebab uang dan hartalah yang akan mengejarmu, dan bukan sebaliknya.